Strategi Metakognitif


Strategi pembelajaran sangat amat bervariasi menurut Brown. Paling tidak dia mengatakan ada 4 strategi (strategi metakognitif, stategi kognitif, strategi socioafektif dan strategi komunikasi). menurut hipni.blogspot.com, strategi pembelajaran bisa diartikan sebagai sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Strategi pembelajaran erat kaitannya dengan hasil akhir pada suatu proses pembelajaran. Mengapa? Karena dengan menggunakan strategi yang tepat anda bisa menyampaikan rentetan materi dengan perhatian dari para siswa anda. Strategi pembelajaran sangatlah dibutuhkan dewasa ini. Ada banyak faktor dimana strategi amat sangat dibutuhkan diantaranya; (1) motivasi yang berkembang dikelas; (2) latar belakang siswa; (3) kemampuan siswa dalam menginterpretasikan pelajaran; (4) kompleksitas kebutuhan dan; (5) kompleksitas budaya yang dibawa.

Pada kesempatan kali ini saya kan mebagi strategi metakognitif untuk kita diskusikan bersama

Apa itu strategi metakognitif?

Menurut Brown (2007: 142), metakognitif , suatu istilah yang digunakan dalam proses pemrosesan informasi untuk menunjukan fungsi “eksekutif”, adalah strategi yang melibatkan perencanaan belajar, pemikiran tentang proses pembelajaran yang sedang berlangsung, pemantauan produksi dan pemahaman seseorang, dan evaluasi pembelajaran setelah aktivitas selesasi. Dalam arti kata lain bisa kita garis bawahi dari pernyataan Brown adalah adanya susatu proses feed back terhadap suatu aktivitas yang akan, sedang, dan telah dilangsungkan. Bisa kita anggap bahwa strategi metakognitif memerlukan perencanaan matang untuk menuju evaluasi yang memuaskan.

Prinsip Strategi Metakognitif Menurut Brown (2007: 144-145)

Perencanaan awal

Membuat tinjauan terhadap aktivitas yang akan dilaksanakan. Dari sisi sebagai berikut; (1) motivasi yang berkembang dikelas; (2) latar belakang siswa; (3) kemampuan siswa dalam menginterpretasikan pelajaran; (4) kompleksitas kebutuhan dan; (5) kompleksitas budaya yang dibawa.

Perhatian Fokus

Pengabaian segala bentuk masalah yang tidak relevan untuk tertuju pada masalah yang dihadapkan.

Perhatian Selektif

Memutuskan untuk memberi perhatian pada aspek-aspek yang berperan.

Manajemen Diri

Memahami dan mengatur kondisi-kondisi tertentu yang berkaitan dengan pembelajar

Perencanaan Fungsional

Merencanakan dan melatih komponen-komponen linguistik yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas mendatang.

Pemantauan Diri

Mengoreksi diri sendiri dari sisi linguistik dalam penyampaian instruksi untuk mendapatkan aktivitas optimal

Produksi Tertunda

Pengoptimalan pada keberhasilan setiap langkah-langkah aktivitas sebelum menuju ke tujuan selanjutnya

Evaluasi Diri

Penilaian terhadap hasil yang telah dicapai

About these ads

3 responses to “Strategi Metakognitif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s